Kasus Kekerasan Marak, Sekda Kota Bima Desak OPD Serius Lindungi Perempuan dan Anak

Kasus Kekerasan Marak, Sekda Kota Bima Desak OPD Serius Lindungi Perempuan dan Anak. Media Realitantb.com  

Kota Bima, Realita NTB.-
Hari ini, Pemerintah Kota Bima menggelar rapat koordinasi, dan kerja sama lintas sektor membahas masalah Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan, dan Anak, serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selasa, 21/07/2026. 

Rapat yang berlangsung di Aula Perpustakaan Kota Bima ini, diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima, dengan dihadiri oleh Setda Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME., dan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, beberapa Kepala OPD terkait, serta Camat, dan Lurah yang mendapat undangan.

Dalam sambutannya Setda Kota Bima, menyampaikan rasa prihatin, dan kepeduliannya terhadap maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan, dan anak akhir-akhir ini, seperti kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, builing, dan perundungan. Masalah ini menurutnya menjadi topik penting yang perlu menjadi perhatian, dan komitmen bersama semua pihak.

"Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, saya berharap ada perhatian serius dari kita semua, terlebih OPD terkait, agar memiliki kepedulian yang besar terhadap kasus ini," ujarnya

Selain kekerasan terhadap perempuan dan anak, Setda Kota Bima juga menyoroti masalah penyimpangan sosial yang melibatkan anak, seperti halnya LGBT, dan ini marak terjadi di Kota Bima, yang menurut laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima, bahwa LGBT ini memiliki komunitas atau geng masing-masing, yang sampai bulan Juli ini, sudah mencapai 67 komunitas.

Beberapa kasus di atas Setda Kota Bima menghimbau semua pihak, juga OPD terkait, bekerja sama dengan MUI Kota Bima, agar segera ditangani, dan dicarikan solusi terbaik. 

Karena menurutnya akan berdampak pada penyimpangan mental, emosional anak, penyimpangan perilaku, penyimpangan moral, dan penyimpangan akhlak generasi bangsa.

"Mari, saya mengajak kita semua, kita jaga anak-anak kita dari hal-hal, atau perilaku yang menyimpang," ajaknya, dan saya berharap agar kasus ini bisa ditangani, kalau tidak bisa di berantas, minimal dikurangi," tegasnya.

Rapat koordinasi ini berjalan sangat alot, diwarnai dengan dialogh, diskusi, dan berbagai pertanyaan dari berbagai peserta, dan nara sumber, dalam mencari solusi, dan langkah-langkah terbaik dalam menyelesaikan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Rapat ini diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk perbubahan mental perilaku generasi Kota Bima ke arah yang lebih baik. (RED) 

Posting Komentar

0 Komentar