Transformasi Taman Dae La Kosa, Ini Adalah Sinergi Pengendalian Banjir dan Penataan RTH di Kota Bima

Transformasi Taman Dae La Kosa, ini adalah Sinergi Pengendalian Banjir dan Penataan RTH di Kota Bima. Media Realitantb.com 

Kota Bima, Realita NTB.-
Penataan kawasan Taman Dae La Kosa kini tengah menjadi fokus Pemerintah Kota Bima. Langkah ini diambil sebagai bentuk sinergi antara proyek infrastruktur pengendali banjir melalui pembangunan kolam retensi sekaligus penataan ulang Ruang Terbuka Hijau (RTH). Rabu 20/05/2026. 

Menanggapi sorotan publik terkait penebangan dan pemangkasan pohon di area tersebut, pemerintah menegaskan bahwa tindakan itu merupakan bagian dari zona pekerjaan teknis.

"Jangan kita pandang penataan ini sebagai perusakan lingkungan. Ini adalah bagian dari zona pekerjaan teknis pembangunan infrastruktur pengendalian banjir," Ujar Kadis DLH Syahrial Nuryadin. 

Pembangunan kolam retensi ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan air. 

Dalam pelaksanaannya, beberapa pohon yang berada tepat di titik proyek harus ditangani secara teknis, selektif, dan terukur. 

Meski demikian, kata dia, pemerintah menjamin aspek lingkungan hidup tetap menjadi prioritas utama di setiap tahapan pembangunan.

Pohon-pohon yang dipangkas dipastikan telah melalui proses identifikasi lapangan. Pemerintah juga menyiapkan program penanaman pohon pengganti guna menjaga keseimbangan ekosistem dan keindahan lanskap kota.

Kedepan, Taman Dae La Kosa tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga bertransformasi menjadi kawasan RTH yang jauh lebih tertata, indah, dan representatif bagi publik. 

Kawasan ini, juga dirancang untuk menghadirkan ruang kreasi serta interaksi sosial yang nyaman dan modern.

Fasilitas pendukung seperti areal taman, jogging track, hingga ruang khusus bagi pelaku UMKM akan dibangun di lokasi ini. 

Dengan begitu, Taman Dae La Kosa bisa menjadi pusat olahraga, rekreasi keluarga, sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat.Pengembangan RTH ini juga melengkapi peta ruang publik di Kota Bima. 

Jika di bagian barat terdapat Taman Amahami dan di bagian timur ada Taman Kodo, maka Taman Dae La Kosa akan menjadi jangkar ruang kreasi publik di bagian tengah kota. 

Ketiga titik strategis ini akan terus dikembangkan secara selaras.Pemerintah turut menyampaikan apresiasi atas perhatian, kritik, dan masukan dari masyarakat terkait kelestarian RTH. 

Masukan tersebut menjadi catatan penting agar pembangunan infrastruktur kota tetap berjalan beriringan dengan prinsip pelestarian lingkungan.

Melalui proyek kolam retensi ini, manfaat jangka panjang yang diincar bukan sekadar infrastruktur fisik. 

Tujuan utamanya adalah melindungi warga Kota Bima dari ancaman banjir sekaligus menghadirkan kawasan urban yang aman, nyaman, hijau, bernilai sosial, dan suportif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. (RED)

Posting Komentar

0 Komentar