![]() |
| Kawal Penataan Ruang, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bima Hadiri FGD KLHS Wilayah Perancaan Raba. Media Realitantb.com |
Kota Bima, Realita NTB.- Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, M. Ryan Kusuma Permadi, SH, bersama Anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.HI dan Iwan Kamaruzzaman, menghadiri kegiatan Konsultasi Publik I (KP-1) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Focus Group Discussion I (FGD-1) Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Wilayah Perencanaan Raba Kota Bima, yang berlangsung di Hotel Marina Inn Kota Bima, Selasa 03/11/2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan dokumen RDTR dan KLHS dalam rangka memperkuat perencanaan tata ruang serta memastikan arah pembangunan Wilayah Raba berjalan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan.
Forum konsultasi publik tersebut menjadi ruang strategis untuk menghimpun pandangan, masukan, dan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, baik unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat maupun pihak terkait lainnya.
Dalam rangka menyempurnakan dokumen perencanaan tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.
Kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Kota Bima dalam kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen lembaga legislatif terhadap kebijakan penataan ruang daerah.
DPRD memandang bahwa perencanaan tata ruang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menjamin kepastian pemanfaatan lahan, kepentingan masyarakat, serta perlindungan lingkungan hidup.
Dalam konteks perkembangan Kota Bima saat ini, penyusunan RDTR dan KLHS memiliki arti penting, mengingat masih adanya sejumlah tantangan pembangunan.
Seperti persoalan banjir, keterbatasan kawasan resapan air, pengelolaan persampahan, perkembangan kawasan permukiman, serta kebutuhan peningkatan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik.
Secara khusus, Wilayah Perencanaan Raba memiliki posisi strategis dalam struktur perkembangan Kota Bima.
Kawasan ini memiliki karakter penting sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik, dengan keberadaan berbagai perkantoran pemerintah, fasilitas pendidikan, kawasan permukiman, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Karakter tersebut menjadikan penataan ruang Wilayah Raba membutuhkan perencanaan yang matang dan terintegrasi.
Pengembangan kawasan perkantoran harus didukung aksesibilitas, infrastruktur jalan, sistem drainase, ruang terbuka hijau, serta fasilitas pendukung pelayanan publik yang memadai.
Di sisi lain, perkembangan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat juga harus mendapatkan perhatian, sehingga tercipta keseimbangan antara fungsi pemerintahan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, dan kenyamanan lingkungan.
Karena itu, penyusunan RDTR dan KLHS Wilayah Perencanaan Raba harus mampu memberikan arah yang jelas bagi pengembangan kawasan, memastikan pemanfaatan ruang berjalan sesuai peruntukannya, serta memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
DPRD Kota Bima juga memandang bahwa konsultasi publik tidak boleh sekadar menjadi tahapan formal dalam penyusunan dokumen.
Partisipasi masyarakat harus benar-benar menjadi bagian penting dalam proses perencanaan, sehingga aspirasi dan kebutuhan warga dapat terakomodasi dalam kebijakan pemanfaatan ruang.
Dokumen RDTR yang dihasilkan nantinya diharapkan tidak hanya memenuhi aspek teknis dan administratif, tetapi juga dapat diimplementasikan sebagai pedoman nyata dalam mengarahkan pembangunan, mengendalikan pemanfaatan ruang, memberikan kepastian bagi masyarakat, serta mencegah potensi konflik dan persoalan lingkungan di kemudian hari.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DPRD Kota Bima berharap penyusunan RDTR dan KLHS Wilayah Perencanaan Raba dapat menghasilkan perencanaan yang berkualitas, partisipatif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Penataan ruang bukan semata-mata tentang bagaimana membangun sebuah kawasan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana menjaga kualitas kehidupan masyarakat dan memastikan Kota Bima memiliki arah pembangunan yang jelas bagi generasi mendatang. (RED)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar