Notification

×

Iklan

Iklan

Gebrakan Cepat Pemkab Bima Berbuah Manis: Kemen-PUPR Guyur Anggaran Ratusan Miliar Rupiah

| Oktober 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T05:20:18Z
Gebrakan Cepat Pemkab Bima Berbuah Manis: Kemen-PUPR Guyur Anggaran Ratusan Miliar Rupiah. Media Realitantb.com

Bima, Realita NTB.-
Pemerintah Kabupaten Bima dipastikan meraih kucuran anggaran infrastruktur hingga ratusan miliar rupiah dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Jum'at 23/10/2026. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima, Taufik, ST., MT, menjelaskan bahwa alokasi dana dari Rakor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tersebut fokus pada percepatan pembangunan sektor vital. 

Seperti jalan daerah, irigasi pertanian, air minum, sanitasi, serta normalisasi sungai prioritas guna memperkuat penanganan banjir.

Kadis PUPR Kabupaten Bima juga memaparkan, dalam upaya memperkuat infrastruktur dan penanganan banjir, tentu dukungan alokasi anggaran terbesar berasal dari program Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Rehabilitasi Irigasi. 

Pada tahap pertama, Kabupaten Bima melalui sistem SIPURI mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 105,6 Miliar yang dialokasikan secara riil untuk menjawab kebutuhan petani lokal.

Cakupan anggaran tersebut diarahkan untuk  pembangunan tujuh unit embung, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Lima lokasi strategis dan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 17 titik lokasi. 

Sementara itu, usulan untuk tahap kedua tahun 2026 saat ini tengah dalam pembahasan intensif.

Pada aspek konektivitas wilayah, Kabupaten Bima juga berhasil meloloskan paket usulan program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahap pertama di Tahun 2026. 

Termasuk pembangunan jalan ruas SP.3 Nangapria. SP.3 Seranae dipastikan berjalan dengan alokasi pagu mencapai Rp 25 Miliar. Ujar mantan Kadis Perkim ini.

Tak hanya itu, Taufik juga menjelaskan bahwa Kementerian PUPR memberi perhatian khusus pada pengendalian banjir di Kabupaten Bima melalui program reguler. 

Saat ini, proyek Normalisasi Sungai Pelaparado senilai Rp 24 Miliar dan Normalisasi Sungai Mpuri sebesar Rp 14 Miliar yang saat ini dalam tahap pelaksanaan fisik. 

Untuk mengatasi kerawanan banjir di kawasan ibu kota daerah, proyek Pengendalian Banjir Desa Pandai Woha senilai Rp 14 Miliar kini tengah memasuki proses tender, dan diproyeksikan berlanjut dengan anggaran lanjutan sebesar Rp 50 Miliar pada tahun 2027 mendatang.

Di tengah keterbatasan anggaran nasional yang menekan alokasi program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sanitasi 2027 menjadi Rp 3 Miliar, Kabupaten Bima tetap dipercaya Pusat sebagai salah satu dari dua daerah penerima program tersebut di Provinsi NTB, bersama Kabupaten Lombok Utara.

Menindaklanjuti arahan Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PUPR, Pemerintah Kabupaten Bima bergerak cepat melayangkan surat permohonan resmi kepada Menteri PUPR. 

Langkah proaktif ini diambil untuk memperjuangkan alokasi tambahan anggaran infrastruktur 2027 dengan melengkapi seluruh dokumen kriteria kesiapan teknis (Readiness Criteria).

Langkah cepat ini menjadi komitmen nyata Pemkab Bima dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan layanan air minum dan sanitasi layaknya bagi masyarakat. (RED) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar