Notification

×

Iklan

Iklan

Siswa SDN 20 Rabadompu Timur Sulap Sampah Sekolah Jadi Pupuk Organik POC-PAT 6

| Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T13:14:12Z
Siswa SDN 20 Rabadompu Timur Sulap Sampah Sekolah Jadi Pupuk Organik POC-PAT 6. Media Realitantb.com 

Kota Bima, Realita NTB.-
Siswa kelas 6 SDN 20 Rabadompu Timur Kota Bima, sukses menciptakan inovasi ramah lingkungan bernama POC-PAT 6 (Pupuk Organik Cair)  Produksi Anak Tangguh dari Kelas 6. Sabtu 15/08/2026. 

Program kreatif ini berhasil mengubah limbah organik sekolah menjadi pupuk cair berkualitas tinggi untuk menyuburkan tanaman. 

Inovasi ini digagas oleh guru kelas 6, Syaifuddin, S.Pd., sebagai bagian dari program inovasi daerah yang difasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima. 

Gerakan kolektif ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6 untuk mengolah bahan organik seperti batang pisang, daun kering, dan sisa sayuran."Nama POC-PAT 6 memiliki makna mendalam. 

POC adalah Pupuk Organik Cair, PAT berarti Peduli Alam Terpadu, dan angka 6 melambangkan enam angkatan yang bersatu sekaligus enam tahun masa pendidikan dasar yang membentuk karakter anak," ujar Syaifuddin, Senin. 

Keunggulan inovasi ini terletak pada integrasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. 

Aktivitas fisik seperti mengumpulkan, memotong, dan mengaduk bahan baku melatih kedisiplinan serta kerja sama antar-siswa. 

Kepala SDN 20 Rabadompu Timur, Erdin S.Pd., mendukung penuh program ini demi mewujudkan visinya membangun sekolah terdepan di Kota Bima. 

"Saya berharap POC-PAT 6 menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Kota Bima," tuturnya. 

Proses pembuatan pupuk dimulai lewat aksi "Jumat Organik". Setiap hari Jumat, siswa membawa bahan organik untuk dicacah, dicampur aktivator, dan difermentasi selama 14–21 hari di dalam jerigen bekas. 

Siswa kelas 6 memegang peran penting dalam memantau dan mencatat perkembangan fermentasi. 

Pupuk cair yang dihasilkan kini digunakan untuk menghijaukan lingkungan sekolah. Jika produksinya melimpah, pupuk ini juga akan dibagikan kepada warga pencinta tanaman di sekitar sekolah. 

"Melalui inovasi ini, kami membentuk generasi yang tangguh, peduli lingkungan, dan mendukung program Pemerintah Kota Bima 'BISA' (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman)," tambah Syaifuddin. 

Langkah SDN 20 Rabadompu Timur ini sejalan dengan komitmen BRIDA Kota Bima yang terus merangsang ekosistem riset sejak dini. 

Dengan semangat "Kota Bima Berbenah, Kota Bima Bisa", sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan secara nyata. (RED) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar