![]() |
| Walikota Bima resmi Lantik Fahrunraji sebagai Sekda Kota Bima. Senin 05/01/2025. |
Kota Bima, Realita NTB.- Setelah melalui proses dan tahapan kini, M. Fahrunraji MM resmi dilantik Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima.
Pelantikan ini berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Bima, pada Senin 05/01/2025 dan disaksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Bima.
Pelantikan ini tentu berdasarkan Keputusan Wali Kota Bima Nomor: 800.1.3.3/1/BKPSDM/I/2026. Pengangkatan Fakhrunraji sebagai Sekda dilakukan setelah melalui proses panjang, mulai dari tahapan seleksi hingga penetapan satu nama.
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin dalam sambutannya mengatakan, selain melalui mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan, penetapan Sekda juga diyakini tidak lepas dari kehendak Tuhan.
“Bagi yang belum mendapat amanah sebagai Sekda, yakinlah Tuhan telah menyiapkan yang terbaik,” ujarnya depan ribuan pegawai yang hadiri apel gabungan di halaman kantor wali kota.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bima, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Sekda terpipih. Ia menegaskan, jabatan Sekda merupakan jantung birokrasi pemerintahan daerah.
“Dari Sekretariat Daerah inilah irama kerja ASN ditentukan, koordinasi dibangun, dan arah kebijakan dijaga agar tetap lurus pada tujuan melayani masyarakat,” kata Rahman.
Ia menitipkan harapan besar kepada Sekda yang baru untuk membantu Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam menjalankan amanah kepemimpinan daerah.
Menurutnya, Kota Bima tidak membutuhkan pejabat yang sekadar mengisi jabatan, melainkan pemimpin birokrasi yang mampu menakhodai ASN dengan keteladanan, ketegasan, serta keberanian mengambil keputusan.
Aji Man sapaan akrabnya ajuga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi Sekda ke depan. Terutama dalam membangun kembali semangat kerja dan disiplin ASN di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Kondisi keuangan daerah Kota Bima Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan. Total APBD 2026 tercatat sekitar Rp790 miliar, turun Rp303 miliar dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp1,093 triliun.
Sementara total pendapatan daerah 2026 sebesar Rp716 miliar, turun Rp352 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,069 triliun.
Di sisi lain sebutnya, kebutuhan belanja pegawai justru meningkat, terutama akibat penerimaan PPPK penuh waktu dan paruh waktu pada 2025. Total kebutuhan gaji PPPK pada 2026 mencapai Rp142 miliar atau naik Rp45 miliar dibandingkan 2025.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi realitas yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya
Meski demikian, Pemkot Bima tetap berkomitmen menjalankan sejumlah program prioritas pada 2026. Di antaranya kelanjutan pembangunan ruang rawat inap RSUD Bima sebesar Rp32 miliar, pengadaan tanah proyek NUFREP Rp10 miliar, pengaspalan jalan Rp5 miliar, drainase Rp3 miliar, serta pembangunan Lapangan Serasuba Rp5 miliar.
Selain itu, program sosial dan keagamaan tetap berjalan, seperti PKH Daerah Rp3 miliar. Bantuan rumah layak huni Rp1,4 miliar, hibah pembangunan Masjid Agung Al Muwahidin Rp2,5 miliar, dukungan MTQ dari tingkat kelurahan hingga kota, serta honor guru ngaji, imam, marbot, ketua RT dan RW.
Walikota Bima juga berharap Sekda mampu membangun komunikasi yang semakin baik dengan DPRD. Ia mengajak seluruh ASN Pemkot Bima untuk tetap solid, kompak, dan mendukung penuh Sekda sebagai pimpinan tertinggi birokrasi.
“Hilangkan ego sektoral, perkuat koordinasi, dan bangun budaya kerja yang saling mendukung,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Walikota menyampaikan terima kasih kepada Penjabat Sekda Kota Bima, Hj Mariamah atas dedikasi dan pengabdiannya menjaga stabilitas birokrasi selama masa transisi.
“Semoga segala ikhtiar yang telah diberikan menjadi amal kebaikan,” pungkasnya. (RED)

0 Komentar