Festival Rimpu Mantika 2026 Resmi Dibuka, Walikota Bima: Rimpu Adalah Simbol Kekuatan Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

Festival Rimpu Mantika 2026 Resmi di Buka, Walikota Bima: Rimpu Adalah Simbol Kekuatan Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat. Jum'at 14/04/2026. 

Kota Bima, Realita NTB.-
Festival Rimpu Mantika 2026 resmi dibuka, menandai dimulainya perhelatan budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima. 

Kegiatan yang mengusung tema “Preserving Culture and History” yang dihelat dihalaman Asi Mbojo, Jum'at malam 24/04/2026, menghadirkan beragam atraksi budaya, mulai dari pawai rimpu, pertunjukan seni tradisional, fashion Show hingga sajian kuliner khas daerah. 

Acara pembukaan tersebut hadir sejumlah pejabat penting yakni Wakil Gubernur NTB Hj Dinda Dhamayanti Putri, perwakilan Kementerian Pariwisata Joko Suharbowo, tenaga ahli Kementerian Ekonomi Kreatif Gemintang Kejora Malarangeng, serta Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin bersama Wakil Wali Kota Feri Sofiyan, Ketua DPRD Kota Bima serta jajaran Forkopimda. 

Acara pembukaan diawali tarian seni dari Lembaga Kasida Indonesia (LASQI), tarian tradisional serta berbagai peragaan busana Rimpu yang memukau para undangan dan masyarakat yang hadir. 

Pembukaan festival tersebut berlangsung meriah hingga memadati area halaman Asi Mbojo. Artinya antusiasme masyarakat untuk melestarikan budaya cukup tinggi. 

Peserta Pawai Rimpu Mantika di targetkan sebanyak 85 ribu orang, tentu angka ini cukup signifikan, bahkan mencapai puluhan ribu orang, sebagai bukti tingginya minat terhadap pelestarian budaya lokal. 

Dihadapan ribuan masyarakat, Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Rimpu Mantika bukan sekadar perayaan budaya, tetapi simbol kekuatan budaya juga ruang ekspresi seni sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Ini adalah panggung identitas dan ruang ekspresi budaya, sekaligus wadah pengembangan UMKM. Budaya tidak hanya dirayakan, tetapi harus terus dipromosikan,” tegasnya. 

Wali Kota juga menegaskan, Rimpu bukan sekadar agenda seremoni, tetapi adalah momentum memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. 

Festival ini juga dikemas dengan konsep ramah lingkungan guna menjaga kebersihan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. 

Festival Rimpu Mantika 2026 ini, diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Bima sebagai salah satu pusat budaya di Nusa Tenggara Barat serta menarik minat wisatawan untuk mengenal tradisi rimpu lebih dekat. 

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur NTB Hj Dinda Dhamayanti Putri menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kota Bima menghadirkan Festival Rimpu Mantika hingga kembali masuk dalam KEN 2026.

“Rimpu adalah simbol kekuatan budaya, cerminan kehormatan dan kesopanan masyarakat Bima. Festival ini diharapkan terus memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi,” ujarnya.

Wagub juga menambahkan, Festival Rimpu Mantika diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menarik wisatawan serta meningkatkan geliat ekonomi masyarakat lokal. (RED) 

Posting Komentar

0 Komentar