![]() |
| Miliki Modal Jadi Kota Kreatif, Kemenkref Pusat Dorong Percepatan Pengembangan Ekraf Daerah. Sabtu 25/04/2026. |
Kota Bima, Realita NTB.- Pemerintah pusat melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, terus mendorong percepatan pengembangan Ekonomi kreatif (Ekraf) di daerah.
Salah satunya melalui penetapan kabupaten kota kreatif yang dinilai memiliki potensi kuat di berbagai subsektor. Tentu ini adalah kesempatan untuk mempromosikan nilai budaya yang ada di Bima secara umum.
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Abdul Malik menyampaikan, terdapat 21 subsektor ekonomi kreatif yang mencakup bidang budaya, teknologi, hingga ilmu pengetahuan.
Kota Bima sendiri telah masuk sebagai kota kreatif, yang dinilai menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Bima sudah memiliki kekuatan di berbagai sektor, mulai dari kuliner, budaya hingga event daerah. Ini harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya saat kegiatan di Museum Asi Mbojo, Sabtu 25/04/2026.
Malik juga menegaskan, bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan ekonomi kreatif. Event seperti festival daerah disebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemicu lahirnya ide-ide baru yang berdampak pada pertumbuhan industri kreatif.
“Festival ini adalah ide awal. Dari sini bisa memancing kreativitas lain, termasuk penggunaan brand nasional dengan bahan baku lokal dari Bima. Ke depan, ini bisa meningkatkan sektor industri,” jelasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis, Gemintang Kejora Mallarangeng, menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
Menurut Gemintang Kejora, pendaftaran hak kekayaan intelektual harus menjadi perhatian agar produk lokal tidak mudah diklaim pihak lain.
“Produk-produk unggulan harus didaftarkan hak kekayaan intelektualnya, sehingga tidak bisa digunakan sembarangan oleh pihak lain,” tegasnya.
Gemintang juga mencontohkan kain khas Bima, tembe nggoli, yang telah didaftarkan sebagai kekayaan intelektual komunal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk tersebut.
Gemintang berharap, budaya yang dipergakan saat ini menjadi modal awal untuk di promosikan ditingkat nasional dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Bima dan menjadi kebanggaan Daerah Bima (RED)

0 Komentar